Label

HOME JARINGAN TUTORIAL
Tampilkan postingan dengan label JARINGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JARINGAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Maret 2010

Aplikasi Menajemen Bandwidth PadaMikrotik Router Os


A. Latar Belakang Masalah

Dengan makin berkembanya teknologi saat ini maka sistem komputer tidak lagi digunakan untuk kebutuhan sendiri (personal user),
melainkan untuk banyak pihak melalui suatu struktur jaringan / network.
Dibutuhkan aplikasi manajemen bandwidth pada mikroutik router OS untuk mempermudah pembagian bandwidth atau dengan kata lain memanage bandwidth pada setiap user bagi penyedia layanan internet. Dalam struktur jaringan, dikenal istilah router, yaitu pengatur alur data dari komputer asal (pengirim) ke komputer tujuan (penerima), dari router dapat dikembangkan suatu program untuk mengawasi berapa besar alur data yang berjalan dari semua komputer yang terhubung ke router. Hal ini digunakan untuk mengetahui tingkat kepadatan jaringan. Selain itu didalam router juga diperlukan pengaturan bandwidth agar pengguna bandwidth dapat dijadikan seefektif munkin. Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung trafik keluar masuknya jaringan pada prangkat ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Fokus pembuatan judul ini adalah, mencoba membuat Seting manajemen bandwidth dengan mengunakan aplikasi, agar mempermudah user untuk mendapatkan bandwidth dengan ukuran yang sesuai tanpa mengganggu bandwidth dari user yang lain. Oleh karena itu besar bandwdith sangat di perhitungkan demi terciptannya akses internet yang cepat dan fleksibel untuk perkantoran yang sesuai dengan kebutuhan.

B. Rumusan masalah
Ruang lingkup dari proposal ini dibatasi khusus utuk membangun menajemen bandwidth menggunakan aplikasi adalah:
a. Instalasi jaringan lokal dan konfigurasi system jaringan
b. Membangun Network Address Translation (NAT), untuk dijadikan ip address lokal.
c. Mengelola manajemen bandwidth ke dalam bentuk aplikasi

C. Ruang lingkup
Lingkup permasalahan yang diteliti meliputi :

a. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan menggunakan bahasa pemograman PHP.

b. Bagaimana mempermudah user menggunakan aplikasi agar tidak binggung menggunakan text mode atau command prompt.

c. Bagaimana membagi bandwidth menggunakan aplikasi agar client mendapatkan pembagian bandwidth dengan ukuran yang sesuai tanpa harus menggangu bandwidth dari user lain.

D. Tujuan Penilitian
Tujuan dari proposal ini adalah membangun menajemen bandwidth agar mudah dipakai orang yang belum familiar terhadap command prompt untuk mengseting bandwith (bandwidth manajemen), dengan menggunakan aplikasi dan bagaimana mempermudah user untuk pembagian bandwidth .

E. Tinjauan Pustaka
Dari penelitian yang dilakukan oleh Oky Maharani Pamunkas tahun (2009) yang berjudul menajemen bandwidth dengan menggunakan mikrotik router OS, pada judul tersebut mengimplementasikan bandwidth dan mengelola bandwidth tersebut mengunakan mikrotik router OS. Mengatur Bandwidth dengan menggunakan Mikrotik adalah salah satu bentuk manajemen bandwidth. Pada penelitian ini, penulis mencoba menggunakan aplikasi manajemen bandwidth pada mikroutik router OS, dengan aplikasi menajemen bandwidth yang akan melakukan pembagian bandwidth pada masing-masing clien agar lebih mudah melakukan pembagian bandwidth, mikrotik router OS sebagai pengendali jaringan dan diteruskan kontrol manajemen bandwidth melalui aplikasi. Pada aplikasi tersebut hanya dapat berjalan di bawah router mikrotik OS.
F. Dasar Teori
Dibutuhkan aplikasi manajemen bandwidth pada mikroutik router OS dengan PHP sebagai teknologi peng codingan aplikasi. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang teori yang digunakan sebagai dasar penelitian manajemen bandwidth pada mikroutik router OS, dengan coding PHP.
a. Menagement Bandwidth
Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Bandwidth juga bisa berarti jumlah konsumsi paket data persatuan waktu dinyatakan dengan satuan bit persecond [bps]. Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan. Kita dapat mengatur agar user tidak menghabiskan bandwidth yang di sediakan oleh provider.
b. Jaringan Komputer
Jaringan computer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lain yang saling terhubung,informasi data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memunkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen/data.
c. Microtik router OS
Microtik router OS berfungsi sebagi pengendali jaringan dan di teruskan kontrol manajemen bandwidth melalui aplikasi, pada aplikasi tersebut hanya dapat berjalan di bawah Mikrotik Router OS bentuk aplikasi ini dibutuhkan Apache Server karena di dalam Mikrotik OS tidak Suport WEB server,sehingga aplikasi ini harus berdiri sendiri pada sistem operasi Windows tetapi tanda mikroutik Router OS tidak dapat mengendalikan pengontrolan sepenuhnya pada manajemen bandwidth.

G. Analisis Kebutuhan
Analisa kebutuhan yang diperluakan dalam aplikasi manajemen bandwidth pada Mikrotik Router OS, perangkat lunak yang digunakan aplikasi manajemen bandwidth, dan perangkat keras (hardware) adalah peralatan yang terdapat dalam komputer yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi ini :
a. 1 komputer dengan 2 ethernet card yang dijalani pada router

b. 2 komputer dengan yang masing komputer 1 eternet card, digunakan pada komputer aplikasi manajemen bandwidth dan 1 buah lagi untuk client.

c. 1 buah switch dengan jumlah port 6, untuk menghubunkan LAN yang terpisah

d. Sistim jaringan
Sedankan perangkat lunak (software) yang dibutuhkan :

a. Mikrotik Router OS

b. PHP & Apche Server

c. Microsoft

d. Windows

H. Pemodelan Yang Digunakan
Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan penulis, maka dalam pemodelan yang digunakan adalah sebagai berikut: Proses
Internet -> Router Mikrotik -> HUB -> Aplikalisi Web -> Client
Penjelsan Proses :
1. Router mikrotik mendapatkan koneksi internet.
2. Dari router mikrotik akan di proses koneksi internet kedalam switch ,dimana switch berfungsi untuk menghubungkan beberapa client yang terpisah.
3. Didalam Router mikrotik terdapat konfigurasi sistim jaringan Network Addres Translation (NAT) untuk dijadikan IP address lokal.
4. Proses selanjutnya masing-masing client mendapatkan bandwidth dari mikrotik router, setelah aplikasi manajemen bandwidth dimasukan seting / konfigurasi bandwidth kedalam mikrotik router.
5. Aplikasi manajemen bandwith berfungsi untuk melakukan seting kedalam mikrotik router , dan masing - masing client akan mendapatkan bandwith dari mikrotik router OS.

I. Daftar Pustaka
Alvino, 2009 “pengertian bandwidth management”http://vino-alviano. blogspot.com / 2009 / 06 / pengertian - bandwidth management.html uduh [2-29-2009] Fikri Jasman, 2008 “Bandwith Management Mikrotik Router OS” http://sinaumikrotik.blogspot.com/2008/09/bandwith-management-mikrotik-router-os.html unduh [3-03-2010] Rusman Hendro Susanto, 2009 “Manajemen Bandwidth Dengan Squid Delay PoolS” http://rusmanhs.smkn1pandeglang.sch.id/?p=194, unduh [5-03-2010] Ropix , 2006 “ Mikrotik OS Untuk Bandwidth Management ” http://uap.unnes.ac.id/ebook/ropik mikrotik.pdf, Unduh [8-03-2010]
A Read More..

ISTILA" DI DALAM JARINGAN KOMPUTER


JARINGAN KOMPUTER

Bandwidth Adalah kecepatan maksimal yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi data antarkomputer pada jaringan atau internet.
Bit > Singkatan dari BINARY DIGIT merupakan satuan terkecil untuk muatan data/informasi, istilah tersebut pertama kali dipakai oleh John Tukey pada tahun 1946.
Bridge > Perangkat yang dipergunakan untuk menghubungkan beberapa buah segmen jaringan komputer (LAN) yang sama ataupun berbeda, misalnya jaringan ETHERNET dengan TOKEN RING, lebih cepat daripada ROUTER dan lebih handal, karena paket yang didapat akan langsung dikirimkan ke alamat yg dituju tanpa ada proses penganalisaan/pengecekan dan tanpa ada routing kembali.
Byte > Singkatan dari BINARY TERM, juga satuan untuk muatan data/informasi, dimana besarnya 1 byte = 8 bit
Dial Up Connection > Koneksi antara dua komputer menggunakan saluran telepon dan
modem. Koneksi Dial Up merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet.
DNS > DNS atau Domain Name System adalah suatu sistem untuk memetakan IP address dan nama host, dan untuk sarana bantu penyampaian email (email routing).
Eternet frame aliran data yang berada dalam eternet.Eternet frame berisi alamat tujuan (destinasion address)
Eternet Cable Semua kabel media untuk jaringan Eternet.Contoh eternet kabel yaitu kabel jenis 10base5, UTP/STP.



Eternet Card adalah kartu yang di pasang pada mainbord sebagai alat penghubung computer dalam satu jaringan
Eternet jaringan local untuk tranmisi data antara computer.komputer yang terkoneksi.tranmisi data dengan eternet.
Card kartu.suatu perangkat yang dipasangkan pada computer funsinya di sesuaikan dengan tujuan perangkat
FTP FTP atau File Transfer Protokol adalah suatu protokol internet yang digunakan untuk mentransfer file ke sebuah web server di internet sehingga file tersebut bisa diakses dari mana pun juga. Untuk memasuki FTP web server.
Host Adalah sebuah komputer yang terhubung ke jaringan, yang menyediakan layanan-layanan ke komputer lain lebih dari sekedar untuk menyimpan dan mengirim informasi. Biasanya menunjuk pada mainframe dan minicomputer.
HTTP HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol internet yang digunakan oleh World Wide Web. Dengan protokol ini sebuah web client (dalam hal ini browser) seperti Internt Explorer atau Netscape dapat melakukan pertukaran data hypermedia, seperti teks, gambar, suara, bahkan video dengan Web server.
Hub Perangkat penghubung komputer-komputer dalam jaringan (LAN)kepada server, terutama pada jaringan dengan bentuk STAR. HUb memiliki banyak port dan tiap port diisi oleh satu computer
IP IP atau Internet Protocol adalah protokol di internet yang mengurusi masalah pengalamatan dan mengatur pengiriman paket data sehingga ia sampati ke alamat yang benar.
LAN CARD merupakan penghubung antara system computer dengan kinerja computer lain atau dapat dikatakan LAN CARD merupakan sinyal untuk saling berbagi antara computer satu dengan computer yang lain.
Repeater Alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jrak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh. Server Sebuah komputer yang mengatur jalannya lalu lintas komunikasi antar komputer atau network. Subnet Mask Adalah angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Telnet Adalah protokol yang digunakan untuk melakukan remote access, yaitu mengakses suatu “machine” dari jarak jauh. Traffic Dalam dunia telekomunikasi diukur dalam satuan Erlang, adalah jumlah muatan yang ada atau terkandung didalam sebuah saluran komunikasi dimana terjadi interaksi antara server/provider dengan user, makin sedikit traffic yang terjadi makin cepat aksesnya. Workstation Komputer yang digunakan oleh user untuk mengakses data dari/ke komputer server atau antar komputer. Selain itu, jaringan komputer dapat juga dikelompokan berdasar kriteria di bawah ini: a. topologi: pengaturan keterhubungan antar sistem komputer. Terdapat bermacam-macam topologi seperti bus, star, dan ring. b. protokol: protokol mendefinisikan sekelompok aturan dan sinyal yang digunakan oleh komputer pada jaringan untuk berkomunikasi. Protokol LAN yang paling populer adalah Ethernet. Protokol LAN lain yang banyak digunakan adalah IBM token-ring network. c. arsitektur: jaringan dapat diklasifikasikan ke dalam arsitektur peer-to-peer atau client/server. NIC : NIC (network interface card) adalah expansion board yang digunakan supaya komputer dapat dihubungkan dengan jaringan. Sebagian besar NIC dirancang untuk jaringan, protokol, dan media tertentu. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card). Ethernet : Ethernet adalah protokol LAN yang dikembangkan oleh Xerox Corporation yang bekerjasama dengan DEC dan Intel pada tahun 1976. Ethernet menggunakan topologi bus atau star dan medukung transfer data sampai dengan 10 Mbps. Gateway : Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda. ISP (Internet Service Provider) : ISP (Internet service provider) adalah penyedia layanan Internet. Sebagian besar ISP mempunyai jaringan server (mail, berita, Web), router, modem yang dihubungkan dengan koneksi “backbone” Internet yang permanen dan berkecepatan tinggi. Pelanggan ISP dapat mendapatkan koneksi Internet dengan modem dan telepon. Repeater : Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula. Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan tertentu. Server : Suatu unit yang berfungsi untuk menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer.komputer server akan melayani seluruh client atau worstation yang terhubung ke jaringannya. beberapa feature dari mekanisme Kontrol Bandwidth MikroTik RouterOS: Membatasi tingkat data untuk alamat-alamat IP tertentu, subnet, protokol, port. Memprioritaskan beberapa arus paket. Menggunakan antrian untuk mempercepat browsing WEB. Menerapkan antrian pada interval-interval waktu yang pasti. Berbagi lalu lintas yang tersedia diantara para pengguna secara adil, atau tergantung pada muatan saluran. Quality of Service(QoS) berarti router harus melakukan prioritas dan mengatur traffik jaringan. QoS tidak hanya sebatas membatasi saja tetapi lebih bertujuan untuk menjaga kualitas. Untuk menjalankan QoS, Mikrotik mempunyai mekanisme mengatur bandwidth atara lain: 1. Kecepatan data berdasar alamat IP, subnet, protokol, port. 2. Penggunaan burst untuk meningkatkan kecepatan Web access. 3. Pembagian traffic secara merata ke setiap pengguna. Menu Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Menu interface merupakan gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik. Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengindetifikasi fungsi. Menu IP adalah menu utama dengan berbagai pilihan yang berhubungan dengan konfigurasi Internet Protocol. Dalam mengkonfigurasi manajemen bandwidth sub menu yang sering digunakan yaitu addresses, routes, firewall. +Sub Menu Address adalah bagian utama yang digunakan untuk membuat router bekerja. Mikrotik saat ini hanya mendukung ipv4 dengan subnet mask. Mikrotik dapat menggunakan alamat Ip secara static ataupun dynamic. +Sub Menu Routes menampilkan kondisi tabel routing baik aktif maupun yang cadangan. Daftar routing ini bisa bersifat permanen (read only), statis, dan dynamic. +Sub Menu Firewall berisi konfigurasi packet filter dan fitur mengatur fungsi keamanan untuk mengatur arus data dari dan ke router. Fungsi Network Address Translation juga merupakan tools yang termasuk digunakan untuk pembatasan access secara langsung dan melindungi traffic yang akan keluar dari router. +Sub Menu DNS digunakan untuk mengurangi trafik DNS ke internet dan mempercepat waktu yang reselove dapat digunakan fungsi DNS cache. Menu Tools Menu ini berisi beberapa submenu tool yang digunakan untuk menguji jaringan maupun merekam kondisi suatu jaringan 1. Sub Menu Packet Sniffer Digunakan untuk melekukan ”sniff” paket yang sampai interface ke router dan menampilkan dengan menggunakan software yang tersedia. 2. Sub Menu Torch Realtime traffic monitoring (torch) digunakan untuk memonitor traffic yang melewati interface berdasarkan protocol, sumber, dan tujuan serta port. Torch menampilkan traffic protokol dan kecepatan saat diterima dan dikirim Menu Queues Quality of Service(QoS) berarti router harus melakukan prioritas dan mengatur traffik jaringan. QoS tidak hanya sebatas membatasi saja tetapi lebih bertujuan untuk menjaga kualitas. Untuk menjalankan QoS, Mikrotik mempunyai mekanisme mengatur bandwidth atara lain: 1. Kecepatan data berdasar alamat IP, subnet, protokol, port. 2. Penggunaan burst untuk meningkatkan kecepatan Web access. 3. Pembagian traffic secara merata ke setiap pengguna. Queuing digunakan saat trafik meninggalkan router menuju interfase fisik atau menuju ke interface virtual(global-in, global-out, dan global-total). Masing-masing virtual interface tersebut berfungsi sebagai berikut: Global–in merupakan informasi semua trafik yang diterima semua interface router sebelum melelui paket filter. Global-in queuing dieksekusi setelah mangle dan dst-nat. Global-out merupakan informasi semua trafik yang keluar dari interface router. Queue yang dipasang disini akan mengatur trafik sebelum meninggalkan router. Global-total merupakan informasi semua trafik yang keluar dan masuk interface router. Jika queuing dipasang maka akan membatasi total kecepatan pada kedua arah. QoS dapat beroperasi dengan cara drop paket, data tidak akan berpengaruh pada paket TCP karena setiap paket yang didrop akan dikirimkan ulang. AdaQoS untuk aplikasi jaringan: beberapa istilah yang menjelaskan Queuing disipline(qdisc) merupakan algoritma yang digunakan untuk mengatur paket didalam queue dan membuang paket tersebut jika tidak ada tempat di dalam queue. CIR (Committed Information Rate) kecepatan access yang digaransi. Traffic yang tidak melewati nilai CIR akan selau dikirim. MIR(Maximal Information Rate) kecepatan alir data maksimum yang disediakan. Priority adalah urutan prioritas paket untuk diproses, prioritas yang lebih tinggi diproses lebih dahulu Contention Ratio merupakan rasio kecepatan data yang dibagi kepada pemakai Pengaturan queueing default bisa dilihat di /queue interface, sedang untuk virtual interface secara default tidak tersedia. Jika tidak ada pengaturan queue atau tidak ada kriteria yang terpenuhi maka paket yang melewati interface tersebut mendapatkan kecepatan dan prioritas yang tertinggi. Mikrotik mempunyai jenis pengaturan queueing berdasarkan pengaruh aliran paket. Scheduler adalah pengaturan queue cara ini menggunakan algoritma reschedul dan mendrop paket yang tidak muat didalam queue. Cara yang digunakan dalam mode ini adalah PFIFO, BFIFO, SFQ, PCQ, RED. Shaper merupakan pengaturan yang bertujuan membatasi kecepatan akses Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Dan perangkat yang sudah di sertifikasi tentunya sudah lulus pengujian di balai uji, sehingga mutu dan kualitasnya terjamin.
Read More..